Jul 16, 2018 - 02:25 AM

AGRI 1914.314 | 0.450 (%)BASIC-IND 394.440 | 0.099 (%)BISNIS-27 404.654 | 0.787 (%)COMPOSITE 4802.768 | 0.453 (%)CONSUMER 2152.286 | -0.219 (%)DBX 686.416 | 0.332 (%)FINANCE 690.517 | 0.867 (%)IDX30 423.159 | 0.668 (%)INFOBANK15 525.109 | 0.995 (%)INFRASTRUC 1007.896 | 0.879 (%)ISSI 153.491 | 0.396 (%)JII 638.351 | 0.652 (%)KOMPAS100 1031.121 | 0.625 (%)LQ45 816.484 | 0.678 (%)MANUFACTUR 1196.687 | 0.046 (%)MBX 1378.337 | 0.470 (%)MINING 1002.466 | 0.508 (%)MISC-IND 1169.905 | 0.564 (%)MNC36 256.884 | 0.709 (%)PEFINDO25 419.722 | 0.943 (%)AUD-IDR 9824.8900 | 0.000 | 0.000%AUD-IDR 9826.2400 | 0.000 | 0.000%AUD-IDR 9823.5400 | -2.700 | -0.027%AUD-IDR 9822.1900 | -4.050 | -0.041%AUD-IDR 9820.8400 | -5.400 | -0.055%AUD-IDR 9819.4900 | -6.750 | -0.069%AUD-IDR 9819.4900 | -6.750 | -0.069%AUD-IDR 9822.1900 | -4.050 | -0.041%AUD-IDR 9818.1400 | -8.100 | -0.082%AUD-IDR 9818.1400 | -8.100 | -0.082%AUD-IDR 9816.7800 | -9.460 | -0.096%AUD-IDR 9814.0800 | -12.160 | -0.124%AUD-IDR 9811.3800 | -14.860 | -0.151%AUD-IDR 9812.7300 | -13.510 | -0.137%AUD-IDR 9812.7300 | -13.510 | -0.137%AUD-IDR 9808.6800 | -17.560 | -0.179%AUD-IDR 9810.0300 | -16.210 | -0.165%AUD-IDR 9812.7300 | -13.510 | -0.137%AUD-IDR 9812.7300 | -13.510 | -0.137%AUD-IDR 9811.3800 | -14.860 | -0.151%

Bank syariah catat kinerja positif di akhir kuartal I 2018

Posted : 2018-04-16 10:00:11


Ilustrasi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memantau sejauh ini kinerja perbankan syariah masih tumbuh positif.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan, kinerja tersebut tercermin dari posisi aset perbankan syariah yang tercatat masih tumbuh sebesar 20,65% secara tahunan atau year on year (yoy) per akhir Februari 2018 menjadi Rp 429,36 triliun. Sementara itu, pembiayaan masih bergerak ke level dua digit yakni 14,76% yoy menjadi Rp 289,99 triiliun.

Selain itu, posisi likuditas juga masih bergerak ke arah positif. Terlihat dari posisi dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun naik 16,1% yoy menjadi Rp 339,05 triliun.

Sejalan dengan hal tersebut, beberapa bankir syariah yang dihubungi Kontan.co.id, juga menyebutkan kondisi yang cukup positf.

Salah satunya, PT Bank BNI Syariah yang mengatakan per Maret 2018 pertumbuhan aset perseroan naik cukup tajam sebesar 28,8% secara yoy menjadi Rp 38,45 triliun.

Direktur BNI Syariah Dhias Widhiyati mengungkapkan pertumbuhan aset yang tinggi utamanya didorong oleh pertumbuhan DPK sebesar 27,7% dengan pertumbuhan tertinggi di giro dan tabungan masing-masing 33% dan 29,6% pada kuartal I 2018 lalu.

Sementara dari sisi pertumbuhan pembiayaan, secara tahunan anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) ini membukukan kenaikan 12% akhir Maret 2018 lalu. Sementara pertumbuhan tertinggi berasal di segmen komersial dengan kenaikan 17%.

Utamanya, didorong dari pembiayaan infrastruktur untuk jalan, jembatan, bendungan dan power plant.

"Rencana sampai dengan akhir Desember 2018 tumbuh lebih kurang 15% dari Desember 2017," kata Dhias kepada Kontan.co.id, Minggu (15/4).

PT Bank BCA Syariah juga membukukan pertumbuhan kinerja yang tak kalah positif. Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih mengungkap dari sisi aset per Kuartal I 2018 kenaikannya mencapai 14% secara yoy.

Kenaikan aset perseroan, didorong oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 23% dan DPK yang juga naik 16%. Pun, dari segi kualitas kredit perseroan masih terbilang sangat rendah dengan rasio non performing financing (NPF) gross berada di posisi 0,6% dan NPF nett 0,14% akhir Maret 2018 lalu.

"Target kami untuk aset di rentang 10% sampai 15%. Kalau DPK dan Pembiayaan 15% sampai 20% tahun ini," papar John.

Sementara itu, PT Bank BRI Syariah Tbk juga membukukan pertumbuhan aset cukup besar mencapai 21,75% secara yoy menjadi Rp 34,7 triliun pada Kuartal I 2018 lalu.

Sementara itu, pembiayaan perseroan mencapai sebesar Rp 19,5 triliun atau naik satu digit 8,45% secara yoy. Kendati demikian, Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Indri Tri Handayani mengatakan realisasi pembiayaan tersebut tumbuh Rp 531 miliar bila dibandingkan realisasi Desember 2017.

Adapun, untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BRI Syariah membukukan kenaikan sebesar 21% akhir Maret 2018 lalu menjadi Rp 28,3 triliun.

"DPK Maret 2018 Rp 28,3 triliun, tumbuh secara tahunan sebesar Rp 5 triliun atau sekitar 21%," kata Indri. Perseroan menarget tahun ini kinerja dipatok naik hingga ke level dua digit.

MARKET INFO

Selengkapnya

EDUCATION

Selengkapnya

HOW TO JOIN

Selengkapnya

   Disclaimer | Copyright © 2015 Trust Sekuritas
Best viewed on :
Google Chrome 20+
Mozilla Firefox 4+
Internet Explorer 8+
With resolution 1366 x 768