Aug 16, 2018 - 01:14 AM

AGRI 1914.314 | 0.450 (%)BASIC-IND 394.440 | 0.099 (%)BISNIS-27 404.654 | 0.787 (%)COMPOSITE 4802.768 | 0.453 (%)CONSUMER 2152.286 | -0.219 (%)DBX 686.416 | 0.332 (%)FINANCE 690.517 | 0.867 (%)IDX30 423.159 | 0.668 (%)INFOBANK15 525.109 | 0.995 (%)INFRASTRUC 1007.896 | 0.879 (%)ISSI 153.491 | 0.396 (%)JII 638.351 | 0.652 (%)KOMPAS100 1031.121 | 0.625 (%)LQ45 816.484 | 0.678 (%)MANUFACTUR 1196.687 | 0.046 (%)MBX 1378.337 | 0.470 (%)MINING 1002.466 | 0.508 (%)MISC-IND 1169.905 | 0.564 (%)MNC36 256.884 | 0.709 (%)PEFINDO25 419.722 | 0.943 (%)AUD-IDR 9824.8900 | 0.000 | 0.000%AUD-IDR 9826.2400 | 0.000 | 0.000%AUD-IDR 9823.5400 | -2.700 | -0.027%AUD-IDR 9822.1900 | -4.050 | -0.041%AUD-IDR 9820.8400 | -5.400 | -0.055%AUD-IDR 9819.4900 | -6.750 | -0.069%AUD-IDR 9819.4900 | -6.750 | -0.069%AUD-IDR 9822.1900 | -4.050 | -0.041%AUD-IDR 9818.1400 | -8.100 | -0.082%AUD-IDR 9818.1400 | -8.100 | -0.082%AUD-IDR 9816.7800 | -9.460 | -0.096%AUD-IDR 9814.0800 | -12.160 | -0.124%AUD-IDR 9811.3800 | -14.860 | -0.151%AUD-IDR 9812.7300 | -13.510 | -0.137%AUD-IDR 9812.7300 | -13.510 | -0.137%AUD-IDR 9808.6800 | -17.560 | -0.179%AUD-IDR 9810.0300 | -16.210 | -0.165%AUD-IDR 9812.7300 | -13.510 | -0.137%AUD-IDR 9812.7300 | -13.510 | -0.137%AUD-IDR 9811.3800 | -14.860 | -0.151%

Bank Sahabat Sampoerna membukukan kenaikan laba bersih 23,8% per Juni 2018

Posted : 2018-08-10 10:00:11


Ilustrasi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Sahabat Sampoerna sepanjang semester I membukukan peningkatan laba bersih sebesar 23,8% menjadi Rp 29,7 miliar dari Rp 23,9 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba ditopang dari pendapatan operasional, terdiri dari pendapatan bunga bersih atau pendapatan operasional lainnya, yang tumbuh 21% menjadi Rp 322,1 miliar per semester I 2018 dari Rp 266,2 miliar pada semester I 2017.

Ali Rukmijah, Direktur Utama Bank Sampoerna mengatakan, kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh beberapa faktor, di antaranya pertumbuhan kredit dan pengelolaan beban operasional. Selain itu, Bank Sampoerna juga terus menekan perbaikan kualitas kredit serta memaksimalkan peningkatan pendapatan berbasis komisi atau fee based income.

Adapun, hingga akhir Juni 2018 secara konsolidasi Bank Sampoerna telah menyalurkan kredit senilai Rp 6,8 triliun atau tumbuh 12,4% dari penyaluran kredit di akhir Juni 2017 yang senilai Rp 6,1 triliun. Dari total kredit tersebut, sekitar 80% diantaranya atau senilai Rp 5,5 triliun disalurkan ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“UMKM merupakan fokus bisnis Bank Sampoerna. Ke depan kami akan tetap mendukung UMKM. Salah satunya melalui akses pembiayaan seperti Kredit Multi Guna Probiz yang menawarkan skema pembiayaan yang fleksibel,” ujar Ali dalam rilis yang diterima kontan.co.id, Kamis (9/8).

Penyaluran kredit yang tumbuh mampu meningkatkan pendapatan bunga bersih naik sebesar 16,7% menjadi Rp 302,4 miliar. Sementara itu rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross tercatat naik 0,1% menjadi 3,8% dibandingkan semester I 2017 lalu.

Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) per semester I 2018 tercatat mencapai Rp 7,7 triliun atau naik 13,1% dari posisi semester I tahun lalu sebesar Rp 6,8 triliun. Peningkatan dana murah atau current account and saving account (CASA) tercatat tumbuh tinggi. Antara lain rekening giro naik 44,9% menjadi Rp 325 miliar, sedangkan tabungan tumbuh 14,4% menjadi Rp 823 miliar. Sementara rekening deposito meningkat sebesar 11,7% menjadi Rp 6,6 triliun.

Rasio CASA Bank Sampoerna pun turut meningkat dari 13,8% menjadi 14,8%. Lebih lanjut, Ali menjelaskan meski suku bunga pinjaman telah menurun, tingkat margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perseroan tetap terjaga tinggi sebesar 7% di akhir Juni 2018.

Direktur Keuangan BSS Henky Suryaputra menyebut, peningkatan DPK yang sejalan dengan pertumbuhan kredit menjadikan loan to deposit ratio (LDR) terbilang stabil di level 88,6%, praktis tidak banyak berubah dari posisi setahun sebelumnya 88,3%. "Tingkat LDR ini dipandang cukup baik mengingat fluktuasi kondisi ekonomi di Indonesia," jelas Henky.

Sementara itu, rasio keuangan lain menurutnya juga tetap terjaga, antara lain return on equity (ROE) 4,8% dan capital adequacy ratio (CAR) 18,5%.

MARKET INFO

Selengkapnya

EDUCATION

Selengkapnya

HOW TO JOIN

Selengkapnya

   Disclaimer | Copyright © 2015 Trust Sekuritas
Best viewed on :
Google Chrome 20+
Mozilla Firefox 4+
Internet Explorer 8+
With resolution 1366 x 768