Jun 19, 2018 - 04:11 AM

AGRI 1914.314 | 0.450 (%)BASIC-IND 394.440 | 0.099 (%)BISNIS-27 404.654 | 0.787 (%)COMPOSITE 4802.768 | 0.453 (%)CONSUMER 2152.286 | -0.219 (%)DBX 686.416 | 0.332 (%)FINANCE 690.517 | 0.867 (%)IDX30 423.159 | 0.668 (%)INFOBANK15 525.109 | 0.995 (%)INFRASTRUC 1007.896 | 0.879 (%)ISSI 153.491 | 0.396 (%)JII 638.351 | 0.652 (%)KOMPAS100 1031.121 | 0.625 (%)LQ45 816.484 | 0.678 (%)MANUFACTUR 1196.687 | 0.046 (%)MBX 1378.337 | 0.470 (%)MINING 1002.466 | 0.508 (%)MISC-IND 1169.905 | 0.564 (%)MNC36 256.884 | 0.709 (%)PEFINDO25 419.722 | 0.943 (%)AUD-IDR 9824.8900 | 0.000 | 0.000%AUD-IDR 9826.2400 | 0.000 | 0.000%AUD-IDR 9823.5400 | -2.700 | -0.027%AUD-IDR 9822.1900 | -4.050 | -0.041%AUD-IDR 9820.8400 | -5.400 | -0.055%AUD-IDR 9819.4900 | -6.750 | -0.069%AUD-IDR 9819.4900 | -6.750 | -0.069%AUD-IDR 9822.1900 | -4.050 | -0.041%AUD-IDR 9818.1400 | -8.100 | -0.082%AUD-IDR 9818.1400 | -8.100 | -0.082%AUD-IDR 9816.7800 | -9.460 | -0.096%AUD-IDR 9814.0800 | -12.160 | -0.124%AUD-IDR 9811.3800 | -14.860 | -0.151%AUD-IDR 9812.7300 | -13.510 | -0.137%AUD-IDR 9812.7300 | -13.510 | -0.137%AUD-IDR 9808.6800 | -17.560 | -0.179%AUD-IDR 9810.0300 | -16.210 | -0.165%AUD-IDR 9812.7300 | -13.510 | -0.137%AUD-IDR 9812.7300 | -13.510 | -0.137%AUD-IDR 9811.3800 | -14.860 | -0.151%

Bank tekan laju kredit ke sektor komersial

Posted : 2018-06-12 12:00:13


Ilustrasi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan masih berhati-hati dalam menggeber penyaluran kredit. Pasalnya, masih ada segmen kredit yang memiliki risiko tinggi di tengah ekonomi yang belum stabil ini. Salah satunya segmen kredit komersial.

Risiko kredit ini yang membuat pertumbuhan kredit komersial melambat. Berdasarkan catatan Kontan.co.id, lima bank besar yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank CIMB Niaga hanya mencatat pertumbuhan kredit komersial satu digit atau rata-rata 3,9% di kuartal I-2018.

Laju pertumbuhan kredit komersial ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan secara umum sebesar 8,5%. Rendahnya pertumbuhan ini karena rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kredit komersial pada lima bank besar itu mencapai 5,9% di kuartal pertama 2018.

Suprajarto, Direktur Utama BRI memproyeksikan kredit komersial masih akan tumbuh dengan syarat risiko kredit harus dikendalikan. BRI akan selektif menyalurkan kredit ke segmen ini.

BRI mencatat kredit komersial yang masuk segmen pinjaman menengah hanya naik 5,12% menjadi Rp 22,6 triliun di kuartal I-2018, dengan rasio NPL kredit menengah 5,2%.

Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA memproyeksikan kredit komersial akan tumbuh 13% tahun ini. "Awal tahun kredit komersial tumbuh 4% lebih," kata Jahja kepada KONTAN, Selasa (5/6).

Demi menjaga risiko kredit komersial, PT Bank Mandiri Tbk selektif memilih sektor. Royke Tumilaar, Direktur Korporasi Bank Mandiri mengatakan, kredit komersial atau korporasi menengah akan tumbuh di value chain pada nasabah korporasi besar, perkebunan dan bisnis unggulan regional.

Bank Mandiri mencatat kredit korporasi menengah turun 7,2% menjadi Rp 141,7 triliun di kuartal I 2018, dari senilai Rp 152,7 di kuartal I-2017.

Sementara itu, Frans Alimhamzah, Direktur Bisnis Banking CIMB Niaga menyebut, beberapa sektor seperti manufaktur, ritel dan perkebunan mempunyai potensi cukup bagus untuk pertumbuhan kredit komersial.

Bank milik investor Malaysia ini juga akan meningkatkan risiko dengan selektif menyalurkan kredit ke segmen ini. CIMB Niaga mencatat kredit komersial tumbuh 4,95% menjadi Rp 30,71 triliun di kuartal I-2018.

MARKET INFO

Selengkapnya

EDUCATION

Selengkapnya

HOW TO JOIN

Selengkapnya

   Disclaimer | Copyright © 2015 Trust Sekuritas
Best viewed on :
Google Chrome 20+
Mozilla Firefox 4+
Internet Explorer 8+
With resolution 1366 x 768